• Jelajahi

    Copyright © MITRA KPK ONLINE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    MIRIS! Jalan Menuju Pantai Kahona dan Satu-Satunya Akses Hasil Tani Warga Desa Lobutua Bolong-Bolong, Tidak Menutup Kemungkinan Akan Terputus

    M.DALIMUNTHE
    Jumat, 25 September 2026, September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T07:51:24Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Tapanuli Tengah, MITRA KPK –

    Kondisi jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju objek wisata Pantai Kahona sekaligus menjadi urat nadi perekonomian warga untuk mengeluarkan hasil tani, kini kondisinya sangat memprihatinkan dan *bolong-bolong*.

    Pantauan langsung awak media MITRA KPK di lapangan, Kamis (25/09/2026), jalan tersebut sudah tidak layak lagi disebut jalan. Aspal mengelupas total, menyisakan lubang menganga yang cukup dalam dan digenangi air. Di beberapa titik, badan jalan nyaris putus tergerus air.

    Padahal, jalan ini adalah *satu-satunya*. Tidak ada jalan alternatif lain.

    Setiap hari, jalan inilah yang dilalui oleh petani untuk mengangkut hasil kebun mereka seperti kelapa sawit, karet, pisang, dan hasil tani lainnya untuk dijual ke luar desa. Jika jalan ini putus, maka putus pula harapan ekonomi ratusan kepala keluarga di Desa Lobutua.

    "Mirislah pak, kami lihat jalan ini. Kalau hujan deras sedikit saja, sudah tidak bisa dilalui. Hasil tani kami tidak bisa keluar, sudah busuk di dalam," ujar seorang petani Desa Lobutua dengan nada sedih kepada MITRA KPK.

    Tidak hanya petani yang menjerit, potensi wisata Pantai Kahona yang sebenarnya sangat indah dan bisa menjadi sumber PAD bagi Desa Lobutua juga ikut mati suri. Wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Kahona berpikir seribu kali karena harus melewati jalan yang hancur dan membahayakan keselamatan.

    "Mau bawa wisatawan ke Pantai Kahona jadi malu kita pak. Tamu dari luar kasihan kendaraannya rusak. Padahal pantainya bagus sekali, tapi aksesnya seperti kubangan kerbau," tambah warga lainnya.

    Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan ini melalui Musyawarah Desa (Musdes) hingga ke tingkat Kecamatan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang nyata dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Mereka khawatir, jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, jalan tersebut tidak menutup kemungkinan akan *terputus total*, terutama saat musim penghujan tiba. Jika sudah terputus, Desa Lobutua akan terisolir.

    Melalui pemberitaan ini, warga Desa Lobutua, Kecamatan Andam Dewi, memohon dengan sangat kepada Bupati Tapanuli Tengah, Dinas PUPR Tapteng, serta anggota DPRD Dapil Andam Dewi - Barus untuk turun langsung melihat kondisi jalan tersebut.

    Jangan tunggu jalan itu putus total dan memakan korban baru diperbaiki. Warga Lobutua butuh bukti, bukan janji.

    Pembangunan jangan hanya terpusat di kota saja. Desa Lobutua juga bagian dari Tapanuli Tengah yang butuh perhatian dan keadilan pembangunan.

    Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Lobutua dan Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah belum berhasil dikonfirmasi.

    *Ramadhan malau*
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +